20090302

ESTETIKA RAKSUKAN

Ku; Fitri (XII IPA SMA PASUNDAN 5)

Sakabeh jalma butuh ku papakean, sabab kaasup bahan poko kaperluan hirup sabada kadaharan. Salawasna urang kudu make papakean, papakean teh gede gunana pikeun nutupan orat, nutupan awak supaya teu kapanasan jeung katirisan, jeung pikeun papaes diri deuih atawa bisa oge disebut kabutuhan estetis atawa kabutuhan kaendahan sakabeh jalma anu makena.

Pakean teh rupa-rupa pisan, boh bahanna boh potongannana, hal ieu gumantung kana waktu, tempat, suasana jeung saha nu makena.

Alusna urang ulah make papakean anu sereg, lantaran ngaganggu jalana getih, matak teu laluasa ngarenghap, jeung ngaganggu kana obahna anggota badan. Sajaba ti eta papakean anu geus kotor, ulah dipake deui, kudu buru-buru salin komo baju jero mah alusna nu tas dipake ti beurang, peutingna ulah dipake deui. Cindekna papakean teh kudu beresih, supados jauh tina kasakit genah dipakena.

20090209

ALINEA PENUH MAKNA

Di dalam penulisan sebuah karya tulis dibutuhkan pengetahuan tatabahasa yang mumpuni agar memahami teknik penulisan, penetapan tema sebuah tulisan, struktur kalimat, penempatan kunci kalimat pada setiap alinea, dan tatabahasa konvensional terkait yang memadai termasuk pengetahuan tentang alinea itu sendiri. Apaan tuh ALINEA?? Saya kutip dari http://fusliyanto.wordpress.com/kumpulan-materi-bahasa-indonesia-3/

ALINEA

1. PENGERTIANAlinea bukanlah suatu pembagian secara konvensional dari suatu bab yang terdiri atas kalimat-kalimat. Alinea tidak lain adalah suatu kesatuan pikiran, suatu kesatuan yang lebih tinggi atau lebih luas dari kalimat. Alinea merupakan himpunan yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan.Oleh karena itu, pembentukan sebuah alinea sekurang-kurangnya mempunyai tujuan :1) Memudahkan pengertian dan pemahaman dengan menceraikan suatu tema dari tema yang lain2) Meningkatkan konsentrasi terhadap tema alinea dengan memisahkan dan menegaskan perhatian secara wajar dan formal pada akhir kalimat
2. SYARAT-SYARAT PEMBENTUKAN ALINEAAlinea yang baik dan efektif harus memenuhi syarat berikut :1) Kesatuan : Semua kalimat yang mendukun alinea itu secara bersama-sama mendukung satu ide2) Koherensi : Kekompakan hubungan antara satu kalimat dengan kalimat lain yang membentuk alinea tersebut3) Pengembangan : Pengembangan ide/gagasan dengan menggunakan kalimat-kalimat pendukung4) Efektif : Disusun dengan menggunakan kalimat efektif sehingga ide bias diuraikan dengan tepat
3. HUBUNGAN ANTAR KALIMATSeperti yang terdapat pada uraian di atas, kalimat-kalimat pembentuk alinea harus mengandung informasi yang saling berkaitan dengan kalimat lain. Hubungan antar kalimat dalam alinea bisaditandai dengan berbagai dengan penanda hubungan. Sifat hubungan tersebut bias bersifat :
a. Eksplisit1. Kata ganti tunjukContoh : Saya ingin punya sepeda. Barang itu sudah lama kuimpikan.2. Kata ganti orangContoh : Saya membenci Tika. Ia sangat egois.3. Kata perngkaiContoh : Ibu tidak berangkat. Padahal beliau harus memimpin rapat.ImplisitContoh : Saya suka makan tape, saudara-saudara saya suka makan durian.Disamping keterangan tentang sarana penghubung antarkalimat di atas, di bawah ini akan disampaikan contoh makna hubungan antara lain :1. Hubungan perlawananWalaupun hidupnya sengsara, mereka tetap tabah.2. Hubungan perbandinagHidupnya hanya untuk burung seolah-olah tak ada yang bisa memalingkannya dari sangkar burung di rumahnya.
4. POLA PENGEMBANGAN ALINEABerdasarkan letak kalimat utamanya, alinea terbagi menjadi :a. Alinea deduktif : Kalimat utamanya terdapat pada bagian awal kalimatb. Alinea induktif : Kalimat utamanya terdapat pada bagian akhir kalimatc. Alinea campuran : Kalimat utamanya terletak di awal dan ditegaskan kembali pada bagian akhird. Alinea diskriptif : Kalimat utama yang tersirat pada seluruh kalimat di paragraph tersebut.



Demikianlah pengetahuan tentang alinea yang wajib dikuasai oleh setiap calon penulis. Pertanyaanya adalah bagaimana jika seorang yang tidak "jagoan" dalam ilmu pengetahuan dimaksud TAPI sangat berkeinginan untuk menulis?

Ceuk saya rek nulis mah der...welah, urusan alinea kita sama-sama belajar sambil jalan kalau gak gitu kapan mo nulis-nya atuh, keun we da moal aya nu nyarekan mun aya ge sok suruh ke saya naha teuing!!!

Mulai sekarang ayo kita membaca, menganalisis, lalu menulis dan publikasikan biar oang mengetahui karya-karya kita sebab yang menilai baik buruknya karya seseorang adalah orang lain para embaca dan penikmat karya kita. OK!

20090203

Congratulation for http://pasundanlima.blogspot.com/

Kemajuan teknologi yang kian pesat merambah seluruh penjuru dunia, tidak terkecuali kita di SMA Pasundan 5 Bandung dengan bangga meluncurkan web.blog sebagai ajang komunikasi, kreasi, dan publikasi karya-karya terbaik kita sebagai anak bangsa. Semoga dengan diluncurkannya blog ini kita bisa melebarkan sayap setahap demi setahap, hari ini mungkin kita mulai dengan blog sederhana ini esok lusa kita akan segera mengembangkan pada segmen yang lebih luas lagi melalui website khusus SMA Pasundan 5 Bandung yang kita banggakan ini.
Dengan ini atas nama civitas akademika SMA Pasundan 5 Bandung kami berharap seluruh keluarga besar SMA Pasundan 5 bisa memanfaatkan fasilitas ini sebagai ajang pengembangan kreatifitas baik bagi para kalangan guru, tata usaha, dan siswa-siswi, juga keluarga besar termasuk masyarakat yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri-nya untuk bersekolah di kampus yang kita banggakan ini.

Selamat dan sukses selalu, semoga semua bermanfaat dan membawa kebaikan bagi kita semua. Amin.

20090202

Silaturahmi?????

Gegap gempita bergelora di sudut SMA Pasundan 2 Bandung, konon katanya silaturahmi keluarga besar PB. Paguyuban Pasundan dengan Keluarga besar SMP, SMA, Pasundan se Kota Bandung, sungguh sebuah hajatan yang sangat baik guna mempererat tali silaturahim keluarga besar Pasundan. Di dalamnya di pertunjukan berbagai refertoar karya seni tradisi khas Jawa Barat (Sunda), sungguh memukau suguhan-suguhan kesenian tadi, lekukan tarian mengisi suasana akrab, hentakan irama musik ketuk tilu dari SMA Pasundan 8, lantunan nada dan suara indah angklung bergema seraya membius rasa estetika berkesenian para tetamu yang hadir, denting dawai-dawai kacapi siswa SMA Pasundan 5 dipadu merdunya para penyaji suara dari siswa SMA Pasundan 5 dan SMP Pasundan 12 Bandung melengkapi refertora seni Sunda saat itu.

Seandainya silaturahmi ini rutin dilakukan dan dijadikan kebutuhan untuk semua keluarga besar dan kelompok atau institusi yang ada di Jawa Barat dan di Indonesia pada umumnya ini niscaya akan menghasilkan sebuah ikatan bathin yang tidak akan tersurutkan dan kokoh tak akan terkoyak, yakinlah bangsa ini damai sejahtera merata dimana-mana. Tak adalagi perpecahan satu sama lainnya perpecahan antar etnik, perpecahan antar daerah, perpecahan antar suku, perpecahan antar keyakinan, apalagi perpecahan dalam sebuah institusi tertentu ang mengakibatkan kehancuran yang tak terelakan. Indah rasanya jika perdamaian ada di mana-mana menghiasi indahnya bangsa dan dunia ini.

Sayang-nya masih banyak oknum yang tega memanfaatkan ajang silaturahmi untuk kepentingan kelompok tertentu atau individu tertentu agar si kecil merasa terangkat oleh olok-olok dan janji-janji palsu, merasa terperhatikan hanya dengan kata-kata mesra sesaat, terbius dengan sanjungan palsu, lalu esok dilupakan jasa dan keberadaanya. Sungguh malang nasib si kecil, tapi kami yakin ajang silaturahmi yang dilaksanakan pada hari Senin, Tanggal 2 Februari 2009 di SMA Pasundan 2 Bandung ini adalah semata bertujuan untuk memperjuangkan nasib etnik Sunda yang konon kian tersingkir dan tidak diperhitungkan di ajang Nasional. Akan tetapi bukan berarti membela atau memperjuangkan etnik Sunda semata untuk menduduki suatu jabatan tertentu di pusat pemerintahan ataupun di dewan perwakilan rakyat tetapi untuk kepentingan seluruh bangsa ini agar menyadari kontribusi etnik ini sangat berarti untuk kemajuan bangsa dan Negara tercinta, sehingga tercipta perdamaian abadi dan keadilan sosial yang mengakibatkan kesejahteraan yang hakiki dan merata bagi seluruh Bangsa. Paling tidak demikian secercah harapan yang tertangkap oleh awam penulis yang juga sebagai salah satu tetamu yang hadir pada kegiatan tersebut.

Akhirnya sebagai orang yang ingin terwakili segala bentuk aspirasinya oleh orang-orang pintar terpercaya yang berkesempatan untuk menyuarakan kata hati rakyat jelata yang papa dan tak bisa apa-apa di forum yang teramat megah dan sensasional itu, berharap bisa menikmati hasil dukungan dalam sebuah kancah pemilihan wakil rakyat dan pemilu 2009. Arifasi para pembaca untuk tidak menilai negatif atas isi bacaan dan esensinya kami haturkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya.

20090126

Pemilahan Genre Musik

Buat kawan-kawan yang suka musik dengan estetikanya sebaiknya tidak memilah genre musik yang menjadi fanatisme selera sesaat kawan-kawan bisa menikmati semua jenis musik dengan tanpa menghiraukan genre musik tertentu... Sadarlah bahwa membuat sebuah komposisi itu tak semudah membalik telapan tangan makanya cintailah semua genre musik yang hadir di dunia ini sebagai suatu karya estetis yang besar.

Gwe yakin kita sama-sama awam tentang batasan-batasan genre musik tertentu, sebagai contoh apa batasan lagu pop, pop rock clasic, pop alternatif, alternatif rock, dsb. maksud gwe batasannya nyaris tidak signifikan antara genre yang satu dengan lainnya, yang terpenting adalah bagaimana sebuah karya itu bisa dihormati dan dinikmati baik segi estetikanya maupun fungsinya. Pemilah genre musik yang ada ternyata hanyalah sebuah egoisme emosional yang kurang berasalan, karena merasa masih muda, merasa sudah tua, merasa sedang "in", merasa sedang era-nya, merasa paling disuka, merasa paling mengena, merasa paling gwe banget, dst.

Sungguh bukan alasan yang salah juga akan tetapi alasan yang tidak bertanggungjawab dan alasan sesaat yang tidak berkata tapi tidak berpikir jauh kedepan dan mengenang masa yang sudah lampau. Tidak bijak giut loh!! So, sukailah, cintailah, semua genre musik yang hadir di tengah-tengah kita suaikan semuanya dengan kebutuhan pasti asik-asik aja tuh bermusikria, apalagi hanya sebagai penikmat yang tidak pernah berpikir rumitnya menyusun sebuah komposisi agar dapat dinikmati massa-nya. Celakanya para penjaja seni hanya berpikir pasar tanpa memikirkan kualitas karya secara estetis akhirnya pada suatu periode tertentu bergelimpangan karya dengan kualitas sesaat, yang kemudian berserakan bangkai karya dimana-mana.

Eit stop jangan emosi dulu kalau mau membuat opini tentang tulisan ini atau apapun...Ayooo kita mulai menulis, berkarya dengan seperti ini kan lumayan melatih keberanian untuk menulis. Tong sieun dicarekan batur, siun mah oleh kelakuan kita yang tak bermartabat sehingga menjadikan Tuhan kita murka maka neraka menganga menanti hadirnya dirimu disana....

20090121

Festival Band antar SMA di PT. PLN (Persero)

Sejurus kemudian anak-anak SMA Pasundan 5 Bandung yang tergabung dalam Ekskul Seni Musik Barat bimbingan Mr. Ridwan Sigit mengasah diri mengenjot prestasi dengan mengikuti Festival Band yang diselenggarakan oleh PT. PLN (Persero) Kota Bandung. Dengan membawakan lagu wajib "Karatagan" PLN (begitulah kira-kira) serta membawakan jingle dengan durasi komposisi 1 menit dan harus diciptakan setiap peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. System Audisi on the stage-pun membuat seluruh peserta merasa lebih dihargai sehingga berusaha keras untuk menampilkan karya dan refertoar karya terbaik.

Demikian halnya dengan Band SMA Pasundan 5 Bandung, dengan semangat dan perjuangan yang tiada kenal lelah siang malam selama kurun waktu 2 s/d 3 hari mengasah kemampuannya di studio 6 Jl. Bukit Indah I Blok Q No. 5-6 yang merupakan Studio Musik Pribadi Mr. Ridwan Sigit. Semua berjalan dengan baik, semua tidak ada yang salah, komposisi musik yang diwajibkan oleh panitia untuk menjadi tontonan publik dan penilaian team juri telah digubah sesuai kemampuan dan kreativitas para siswa yang di gawangi Dicky Aceng pada Bass, Adhi pada lead Guitar dan Vocal, Lukman pada rhytm, Dani Z pada Drum, Verry Wado pada Keyboard. Mereka juga berhasil menggubah sebuah karya dengan durasi satu menit dalam jingle PLN dengan syair dan lagu ciptaan merekan serta sedikit masukan dari sang pembina Eskul, jadilah sebuah komposisi yang cukup menarik dan elegan untuk dinikmati.

Refertoar-pun dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang diagendakan panitia (PT. PLN), meskipun seperti biasa mestinya dimuali pukul 08.00 kenyataanya pukul 10.00 baru dimulai, tapi itu biasa bagi mereka alhasil Band SMA Pasundan 5 Bandung tercinta yang seharusnya manggung pukul 10.30 molor hingga pukul 15-an disamping ngaretnya waktu pelaksanaan juga si panjang tungkai alias hujan turun dengan sangat deras diiringi gelegar petir yang bertali-tali seolah tak ingin kalah dengan gelegar suara sound system di atas panggung gelar PLN yang cukup refresentatif untuk ukuran sebuah acara audisi yang menurut pengamatan penulis nyaris seperti pesta sesungguhnya itu. Hal lain yang membuat seluruh peserta tetap semangat meski hujan deras mengguyur seolah tak mau berhenti adalah suguhan konsumsi yang cukup baik dan mengerti selera anak seusia para peserta festival, sayangnya tidak diikiuti oleh penampilan beberapa yang katanya bintang tamu pengisis jeda yang terkesan agak biasa-biasa aja tuh...

Meski tak berhasil meraih prestasi terbaik bagi Grup Band SMA Pasundan 5 Bandung, tapi kepuasan dengan beberapa hal terpenuhi ya itu tadi konsumsi dan fasilitas pendukung yang ada cukup memberi kesan puas. Selidik punya selidik kenapa kami dengan persiapan yang menyakinkan tadi ternyata tidak juga meraih posisi untuk bisa menantang grup Band lain yang sedikit lebih baik di atas kami? ternyata mental kami belum sepenuhnya siap untuk manggung, terbukti masih saja ada kesalahan-kesalahan mendasar yang tidak seharusnya terjadi tapi terjadi juga, diantaranya teknik penguasaan panggung yang sama sekali tidak dilakukan, teknik dasar penguasaan panggung agar tidak demam panggung salah duanya antara lain seluruh pemain seyogyanya mengenali alat musik yang akan dimainkannya kemudian kuasai sepenuhnya jangan sampai waditra menguasai kita caranya cobalah memainkian alat musik tersebut dengan perlahan. Contohnya untuk seorang pemain Drum yang pertama kali harus dilakukan adalah peregangan otot, periksa seluruh custom drum dengan cara melihat, memegang, sedikit dielus-elus (tentu dengan tidak berlebihan), lalu mencoba memainkannya dengan khas kita, pukuli seluruh drum custom dari mulai bass drum, snar drum, semua tom-tom, dan cymbal akan tetapi dengan pelan dan penuh perasaan sampai merasa enjoy gitu loh... yang terakhir adalah berbicara dengan sangat perlahan katakan "Kamu (Drum) dan aku siap bekerjasama dan kita saling percaya", lalu tataplah kawan kita yang lain satu persatu dengan penuh percaya diri dan saling mempercayai satu sama lain seraya menyatukan visi yang sehati dan sejiwa dalam pikiran kita bahwa kita yakin dengan seyakin-yakinnya sudah siap untuk berlaga. Hal tersebut nampak panjang lebar dalam tulisan tetapi dalam kenyataanya hanya membutuhkan waktu dalam hitungan 1 atau 2 menit-pun belum tentu tetapi sangat efektif untuk menepis ragu menghadang asa tak percaya, sekedip mata mampu mengusir demam berlebih, paling tidak itu pengalaman penulis kala manggung (dulu waktu masih mencari jati diri dan melepas dahaga untuk bergaya).

Ketidakberhasilan (bukan kegagalan) Band SMA Pasundan 5 Bandung untuk berlaga pada ajang yang lebih bergenngsi bukan merupakan punishment bagi kami melainkan kami jadikan pengalaman untuk memicu kami dalam berkarya, mencoba dan terus mencoba itulah hikmah pengalaman tiada tara yang ingin kami bawa sepanjang masa. Pepatah barat mengatakan Experience is a good teacher (Pengalaman adalah guru yang terbaik) itulah bekal kami untuk melangkah lebih hari ini baik dari hari kemarin, hari ini harus lebih baik daripada hari ini. Tidak lupa kami atas nama Grup Band SMA Pasundan 5 menghaturkan terimakasih yang tak terhingga pada teman-teman di sekolah yang telah mendukung kami (Ujang selaku ketua OSIS beserta jajaran pengurus lainnya, PMR, Pramuka, Theater) dan seluruh civitas akademika SMA Pasundan 5 Bandung yang telah mandukung kami dengan sepenuh hati, perjuangan kita belum selesai jika kami belum berhasil esok atau lusa kita akan berprestasi dalam bidang-bidang kita masing-masing. Sukses selalu SMA Pasundan 5 Bandung.